Nama saya Triadhy Wicaksono alias KELIK alias ANGET (Areng Banget). Nama anget ini diberi oleh mentor Madun saat SAWP(SEKOLAH ALAM WANAPRASTA) yang diadakan pada tanggal 26-30 desember 2008 lalu. Melelahkan memang naik gunung itu,sebenarnya kita bukan naik gunung tapi mungkin disebut bukit(kata mentor badung). Gunung belum bisa saya sebut kalau tingginya belum 3000mdpl(kata mentor badung). Wah, emang bener sih tuh kata mentor badung. Dan inilah perjalanan saya selama 5 hari yang melelahkan itu.
Jumat, 26 Desember 2008
Pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB saya sudah berada di sekolah untuk packing dan melengkapi bawaan. pukul 12.00 WIB kami melaksanakan sholat jumat. Sekitar pukul 14.00 WIB kami berangkat menggunakan tronton. Sekitar pukul 16.00 WIB tiba di titik start dan langsung naik gunung. Sekitar pukul 16.45 WIB kami tiba di camp pertama di daerah Leuwigoong dan disuruh untuk istirahat. Pukul 17.00 WIB kami melakukan upacara pembukaan SAWP. Upacara ini memberikan adat baru saat SAWP berlangsung seperti memanggil mentor untuk senior laki-laki, mentris unutk senior perempuan,harus lapor untuk menerima instruksi selanjutnya, harus bersikap tegas kepada senior,harus push up 1 seri sebelum dan sesudah materi, dan harus serius(tidak boleh bercanda saat SAWP berlangsung), setelah upacara saya bertugas mengambil air sementara teman lainnya bertugas membuat bivaak. Sambil membawa 2 jirigen air + 1 botol aqua saya langsung menuju pembuatan bivaak dan ternyata pembuatannya belum sempurna. Setelah membuat bivaak kami lapor mengikuti instruksi selanjutnya yaitu sholat dan mengikuti general review di kelas alam. Setelah general review kami memasak sesuai jadwal yaitu nasi, mie instan, ikan asin, dan susu. Memasak pun selesai dan iko yang hari itu sedang jadi ketua lapor kepada mentor yang berada di sekitar kami. Kami pun makan dengan nasi crispy bisa dibilang karena nasi yang kita buat masih terasa beras ,kiat pun makan dengan apa adanya. Setelah makan kami lapor lagi ke mentor untuk menerima instruksi selanjutnya. Instruksi selanjutnya istirahat dan kami pun tidaur di malam pertama.
Sabtu, 27 Desember 2008
Sekitar pukul 04.45 WIB kami bangun tidur lalu apel pagi bersama mentor Hilal dan mentor Manto. Itu harus sudah menjadi kebiasaan stiap pagi, kami baris lalu berhitung. Setelah itu kami diajarkan cara lapor diri ke mentor untuk menerima instruksi selanjutnya, malam sebelumnya memang sudah lapor untuk selesai masak dan makan tapi laporan itu belum benar dan masih asal-asalan, jadi pagi itu mentor Hilal dan mentor Manto mengajarkan kami bagaimana lapor yang benar. “LAPOR, nama Triadhy Wicaksono kelompok tiga siap menerima instruksi selanjutnya !”. inilah cara lapor yang benar terhadap mentor, saat lapor ada yang kedinginan dan sambil ketawa, akhirnya mereka berdua dipanggil gigil untuk dian dan nyengir untuk lisa, agin pun diberi nama slawi karena berasal dari Tegal, si adi dikasih nama ngorok gara-gara pas tidur dia ngorok tidurnya(gila berisik banget ngoroknya).
Setelah apel kami pun melaksanakan sholat subuh dan senam komando, senam komando hanya pemanasan biasa yang biasa kita lakukan. Setalah senam kami lapor untuk menerima instruksi selanjutnya, instruksi selanjutnya adalah mencari cariel danang yang hilang semalam karena tidak tahu alasannya munkin cariel danang bergelinding. Kita pun mencari cariel danang yang hilang dengan cara membuat lingkaran lalu maju kira-kira 100 meter ke depan,diantara kita pun ada yang diberi golok untuk menbas tumbuhan yang menghalangi kita, sudah berjalan jauh lebih dari 100 meter tapi ga ada hasil. Kita pun balik unutk baris dan lapor untuk menerima instruksi selanjutnya, instruksi selanjutnya adalah memasak sesuai jadwal. Kita pun balik ke bivaak dan buat masakan sesuai jadwal yaitu nasi, sayur-sayuran, sarden, dan teh manis.
Saya termasuk kelompok tiga pun masak nasi dulu yang terpenting, lalu sarden yang diberi sayur-sayuran, kita kelompok tiga ga pernah buat air panas karena membuang waktu. Makanan pun jadi dengan nasi yang masih crispy tentunya , tapi sebelum makan ngorok pun lapor karena stiap SAWP harus berganti ketua kelompok, laporan diterima dan kami pun makan dengan ala kadarnya. Setelah makan kami lapor untuk menerima instuksi selanjutnya, instruksi selanjutnya adalah packing dan baris di atas. Kita baris dan memberi laporan eh, ucok diganti namanya jadi uler bunder(ubun) soalnya dia cadel, laporan selesai kita disuruh duduk dulu sambil nunggu makanan sisa dari para senior, ada sisa makanan buat danang tapi dia ga mau jadi dia jackpot deh. Dari sini si danang diganti namanya jadi jackpot gara-gara muntah.
Abis itu kita disuruh pake carielnya, baris, dan menerima instruksi selanjutnya. Instruksi selanjutnya kita tracking lewatin desa Cimandala terus istirahat sebentar di lapangan dan dikasih minuman sama mentris dewi&arum. Abis istirahat kita jalan lagi ngelewatin Gunung Pancar, Sungai Cibatu, Desa Cibimbimuara, dan istirahat di pinggir Sungai Cikeruh karena airnya yang keruh. Di pinggir Sungai Cikeruh ini kita istirahat, sholat, dan makan siang. Tpi sebelum masak nama saya diganti jadi ANGET(Areng Banget). Menu siang ini adalah nasi, mie instant, tempe, tahu, dan teh manis. Seperti biasa nasi kita masak paling pertama dang a pernah masak air, tapi si ngorok udah gila ! satu jirigen habis sama dia ! yaudah kita ambil aja air dari sungai cikeruh.
Makanan yang setengah jadi pun selesai dan lapor ke mentor. Kita makan sama nasi yang belum matang, mie setengah matang, tahu tempe setengah matang, dan air the yang siap saji. Makan selesai kita pun lapor dan setelah itu kita sholat di sawah orang. Abis sholat, kita materi sebentar sama mentor Toto tentang navigasi, ngerti lah masalah navigasi kali ini. Abis materi kita packing terus langsung jalan susur sungai bukan lewat sawah, di tengah susur sungai ini kita emang berniat menyegarkan badan sekalian tapi sayangnya hujan yaudah kita lewat sawah sambil pake ponco gara-gara hujan. Wah, di sawah ini saya ngerasa capek banget dah ! naik terus smpe kepeleset melulu gara-gara licinnya track. Pas sudah mau nyampe camp 2 saya jatohin badan gara-gara kedua betis, kedua paha, sama perut keram secara bersamaan, pas saya tiduran, minarti sama ngorok juga jatohin badan. Eh, mentor Badung minta suruh 3 orang ke tempat saya jatuh untuk evakuasi. Akhirnya, ada juga yang bawain cariel kita. Sampe di camp 2 pun saya tiduran lagi soalnya masih kerasa keramnya. Pas keramnya udah agak hilang saya pun bantu temen buat bivaak. Bivaak udah jadi, kita pun disuruh buat makanan padahal belum lapor, yaudah kita buat nasi, sayur-sayuran, sarden,dan susu. Of course nasi first, kita buat sarden yang ditaburin sayuran, dan buat susu dengan cara dishake. Makanan udah jadi kita pun lapor bahwa makanan udah jadi, kita makan sama nasi yang masih crispy tentunya. Abis makan kita lapor dan langsung masuk ke kelas alam untuk general review, abis general review kita langsung lapor dan tidur di malam kedua. Hari ini hari yang menyakitkan karena keram dibagian kaki.
Minggu,28 Desember 2008
Pagi-pagi udah bangun, tapi pagi itu bener-bener dingin ga ketulungan(lebay). Bisa dibilang kita salah buat bivaak soalnya angin gampang masuk untung aja kelompok kita ga ada yang masuk angin. Seperti biasa pagi itu kita senam komando, terus diajarin nyanyian WANAPRASTA sama mentor madun dan mentris cengki “sekolah alam wanaprasta, tempat kita dibina dan ditempa, bersama teman-teman semua maju terus pantang menyerah !” itulah nyanyian WANAPRASTA. Setelah diajarin kita disuruh nyanyi nyanyian itu sambil lari muterin sepetak sawah, udah selesai nyanyi sambil mutertin sawahnya kita pun senam komando. Senam komando selesai, badan pun udah panas kita lapor lagi, tapi laporan kali ini ada yang diubah yaitu nama angkatan diubah menjadi ABU(anak busuk)wah wah.
Instruksi selanjutnya adalah masak selama 1 jam ! waduh ! Kita mask nasi yang pertama tapi ga tau mateng apa ga ? itu selalu menjadi misteri bagi kita ! jadwal makanan pagi itu adalah nasi tentunya, sayur-sayuran, telur, dan energen. Waktu masak selesai., saya pun lapor karena udah jadwalnya jadi ketua kelompok. Laporan diterima dan kita makan bareng-bareng, saya pun pengen muntah gara-gara nasi yang masih crispy ! tapi than aja soalnya itu makanan untuk tenaga saya juga. Selesai makan kita lapor terus instruksi selanjutnya adalah beres-beres dan packing. Selesai packing kita disuruh istirahat dan taruh aja dulu carielnya, kita disuruh foto dengan gaya atau muka paling jelek(emg dasarnya udah pada jelek) sama mentor bejat, tapi gigil minta satu kali foto dengan gaya yang keren(narsis).
Abis foto saya sempet ngambil air sebentar kalo-kalo nanti haus, abis istirahat kti disuruh pake carielnya dan follow mentor totok. Materi hari itu adalah tracking masih sama seperti sebelumnya tapi dengan medan yang lebih sulit, tapi kita semua masih semangat untuk mencapai camp 3. Setelah itu kita pun mengikuti mentor toto, kita jalan lewat sawah terus di salah satu perkampungan warga kita istirahat cukup lama nungguin senior-senior. Selesai istirahat, kita jalan lagi dan istirahat lagi, jalan lagi lewatin sawah yang terjal kalo dibilang ! trus kita istirahat deket proyek dan dikasih jeruk sama mentor. Istirahat selesai dan jalan lagi tapi kita yang jalan duluan bkan mentornya. Pas di pertigaan kita berhenti soalnya ga tau mau kemana, udah tau mau lewat mana kiat jalan lagi, wah sumpah enak banget tracknya. Tracknya tuh lebarnya semobil dan berliku-liku jadi kita ga begitu capek. Ada salah satu pipa yang bocor kita pun mencoba ngambil airnya ! wah, enak tenan airnya ! udah serasa minum air kulkas di rumah, sumpah dah ! kita berhenti di salah satu tempat yang tempatnya enak buat istirahat, kita bisa masak sambil ngeliat pemandangan ! beh, mantep bener dah hari ketiga. Kita pun masak nasi of course, kornet, sayur-sayuran, dan teh manis. Kita selesai masak dan lapor ke mentor toto terus makan deh.
Makan selesai kita jalan lagi, pas jalan ada 2 mobil off road gitu dan kita ngelewatin gereja dan 2 mobil yang tadi. Setelah lewatin gereja kaki saya keram lagi padahal perjalanan masih jauh dan pas keram mentor hilal dateng tiba-tiba trus bilang kalo dia hampir kesasar, untung aja dia ngeliat sungai yang ga ada bekas jejak kakinya yaudah dia muter lagi. Keram masih sedikit kerasa, saya jalan lagi sampe di tempat istirahat. Kita dikasih tau buah arbey yang pohonnya agak berduri sama buah wanakaki yang mirip arbey tapi warnanya hitam, bentuknya kaya anggur tapi dia berukuran kecil dan rasanya sedikit kaya stroberi. Selesai istirahat kita jalan lagi menuju camp 3, unutng aja jalannya turunan sama datar. Tujuan sudah terlihat begitu saya tanya sama mentris dewi, tujuan kita adalah mushola yang sudah terlihat. Yaudah, saya percepat aja jalan menuju mushola.
Ga lama, akhirnya sampe juga ke mushola (camp3). Sampenya di camp 3 kita disuruh baris lalu memberikan laporan, instruksi selanjutnya buat bivaak dan masak. Buat bivaak sudah terbiasa lalu masak dengan menu nasi pastinya, nugget waw, mie instant, dan susu. Makanan jadi, kita lapor ke mentor. Kita makan dengan apa adanya dan dengan tidak enaknya. Abis makan kita lapor dan balik ke tenda untuk general review. General review hari itu dingin jadi saya ga begitu ngantuk, tapi ada aja yang masih tidur walaupun udah dilempar 2 sendal sama mentor badung dia adalah ngorok. Abis general review kita lapor dan balik ke bivaak masing-masing untuk melaksanakan kegiatan tidur. Disini adadlah yang dinamakan Cisadon dan hari ini hari yang paling melelahkan karena track yang panjang dan lebih sulit dari sebelumnya.
Senin, 29 Desember 2008
Pagi itu angin berhembus kencang memuat bivaak serasa ingin roboh, kita bangun lalu baris dan lapor ke mentor manto. Instruksi selanjutnya adalah senam komando untuk menghangatkan tubuh caranya dengan nyanyi “burung bangau terbangnya tinggi soleram ncrot-ncortan mainan ncrot-ncrotan” dengan gaya tersendiri yang buat oleh mentor manto. Badan pun jadi lebih hangat, setelah dijawab hangat oleh peserta ketika ditanya sudah hangat belum oleh mentor kita pun lapor lagi. Instruksi selanjutnya adalah masak dengan menu nasi, sayur-sayuran, sosis, dan susu.
Setelah itu kita masak sesuai menu, kita pun mencoba lebih baik dan lebih cepat dari hari yang sebelumnya tapi kelompok saya selalu lamban dalam memasak dikarenakan salah satu orang dari kelompok kita yang sedang tidak enak badan, ya dia adalah nyek nyok. Tapi kita bertiga selalu berusaha menjadi yang terbaik. Kita selalu masak nasi tapi kita selalu gagal ! kita pun bertanya-tanya kenapa kita tidak pernah matang memasak nasi. Saat itu kita pun selesai masak tapi hanya sedikit lauk dan nasi yang kita masak semua, karena terlalu sedikit porsinya kita pun disuruh balik lagi dan buat makanan yang lebih banyak. Saran dari mentor madun dan mentor manto pun kita ikuti yaitu 5 genggam beras dan penuhi air. Ya, kita ikuti saran itu tapi kenapa kita paling lama dalam membuat nasi ? itu menjadi pertanyaan lagi untuk kelompok kita.
Mentor manto pun datang ke bivaak untuk membantu dalam pembuatan nasi tapi walaupun sudah dibantu tetap saja nasi itu tidak matang sementara kelompok lain sudah selesai dan sudah siap untuk lapor ke mentor. Saya dan kelompok tiga pun disuruh cepat lapor ke mentor, nasi yang belum matang biar diurus oleh mentor manto. Kita lapor ke mentor bahwa makanan telah jadi dan siap untuk dimakan. Laporan diterima dan kita makan tapi saat kita makan mentor madun seperti memberi isyarat ke mentor manto, saya pun berperasaan tidak enak. Selesai makan pun kita lapor lagi, setelah lapor kita balik ke bivaak dan ternyata perasaan yang tidak enak tadi terbukti yaitu nasi yang dimasak mentor manto tadi jatuh secara tidak logis, saya tidak tahu itu sengaja atau tidak sengaja jatuh. Yaudah apa boleh buat, saya packing buru-buru karena hari sudah gerimis.
Setelah packing kita baris dan lapor ke mentor. Setelah lapor kita materi orientasi medan sama mentor totok. Saat materi itu kita semua belum paham sama materi itu, intinya kita semua ga ngerti sama materi itu. Mentor totok juga udah kesal gara-gara kita ga ada yang ngerti sama materi itu. Yaudah, kita disuruh pake cariel dan tracking lagi lewatin gunung dan puncak Paseban. Wah, pas tracking emang curam banget gunungnya kira-kira dengan kemiringan 30 derajat, saya pun terkadang berhenti. Pas uda nyampe di puncaknya (tapi ga tau itu puncaknya apa bukan ?), disana kita materi survival. Kita dikasih tau yang namanya pohon begunia yang pohonnya lumayan gede dan kalo dimakan rasanya asem dan bikin melek tapi ini survival yang paling saya suka soalnya bikin melek asemnya tapi kata mentornya jangan terlau banyak dimakan nanti bisa ga BAB.
Terus daun poh-pohan yang daunnya buat lalapan biasanya orang sunda suka pake ini. Jantung pisang yang porsinya mantap. Terakhir pakis yang rasanya kaya bayam. Abis survival kita disuruh nyari taneman itu sendiri, tapi yang paling gampang didapet pohon begonia, sama pakis, sebenernya ada pohon yang mirip poh-pohan tapi kita salah ngambil, yang paling susah didapet itu jantung pisang. Setelah nyari survival kita langsung disuruh masak tanpa lapor. Menu siang itu adalah nasi, mie instant, ikan asin, dan teh manis. Yaudah kita masak nasi dulu, trus kita buat kompor lapangan cadangan untuk buat mie instant dan campurin sama ikan asin, teh manisnya tinggal diseduh aja pake air dingin tanpa gula.
Pas mentor manto lewat, saya pun nanya kenapa nasinya ga mateng-mateng padahal kelompok saya paling pertama masaknya. Mentor manto pun menjawab pertanyaan tersebut, mungkin ini salah kompor lapangannya yang terlalu deket sama nesting jadi apinya ga panas. Yaudah, kelompok saya paling lemot lagi deh bikin nasinya. Yaudah kelompok kita terpaksa nebeng nasi sama kelompok lain, tapi nasi kita yang belum mateng diurusin lagi sama mentor manto(tau dah kira-kira ditumpahin lagi nasinya apa ga ?) sebeum makan seperti biasa kita melaksanakan adat SAWP yaitu push up satu seri. Selesai push up kita langsung tancap gas untuk makan, karena ga ada nasi, kelompok saya buat mie lebih banyak daripada kelompok lain.
Selesai makan kita melaksanakan adat lagi danlangsung disuruh ikuti mentor madun ke atas, kita disuruh ambil batang kayu yang masing-masing udah di potong. Kita mau melaksanakan materi SAR(Search And Rescue) pada waktu itu tapi waktu menghempit kita dan cuaca emang ga dukung waktu itu(udah hujan). Yaudah kita disuruh balik pake carielnya dan siap-siap untuk jalan lagi padahal materi PPGD(Pertolongan Pertama Gawat Darurat) juga belum diterangin. Yaudah kita langsung jalan aja, jarak antara orang di depan maksinmal 2 meter kata mentor rhea. Yaudah kita jalan secepat mungkin untuk mencapai camp terakhir.
Sampe di camp terakhir kita disuruh baris dan lapor seperti biasa, instruksi selanjutnya adalah buat bivaak. Setelah rapi membuat bivaak, kita lapor ke mentor lagi dan instruksi selanjutnya adalah baris dan pegang ranting yang udah dipotong terus bidik mentor yang paling kita ga suka, samperin dah tuh mentor yang kita ga suka. Kita semua ga suka sama mentor madun ga tau kenapa ?. abis ngebidik mentor madun, kita disuruh balik badan dan bidik pohon yang ada di depan kita, kita terus bidik sambil nunggu sesuatu yang kita ga tau. Pas disuruh balik ular besar di tangan mentor totok dan kita semua pun disuruh megang ular itu sambil narsis difoto. Setelah foto kita lapor lagi dan instruksi selanjutnya adalah masak. Kita masak dengan menu nasi, tempe, tahu, sayur-sayuran dan energen( ini adalah menu terakhir yang dibuat oleh senior saat SAWP). Kita semua masak secara bersamaan 3 kelompok karena bahan makan kita udah ada yang basi salah satunya temped an tahu yang udah bau.
Kelompok 3 masak air dan masak bekicot yang dikasih sama mentor manto pas baris tadi, kelompok 1 dan 2 masak nasi dan sayur-sayuran. Masakan jadi kita pun lapor ke mentor yang ada di bawah. Sebelum makan kita pun melaksanakan adat dan begitu juga saat selesai makan. Selesai makan dan melaksanakan adat salah satu dari kita ada yang naruh nasting ke masing-masing bivaak. Setelah naruh nesting kita pun langsung melaksanakan general review di tenda. Pas di tengah general review ada salah satu mentor yang nanya siapa yang mau ditampar ? semua menjawab tidak kecuali agok(anak gorilla otak konslet, namanya diganti gara-gara tidur mulu pas general review dan emang dia mirip gorila).
Yang jawab tidak disuruh berdiri kecuali agok dan masing-masing dari kita disuruh pilih mentor/mentris yang mau nampar kita secara berurutan dan setiap dari kita harus pilih satu senior aja yang belum dipilih. Giliran saya milih tapi ga tau siapa lagi soalnya giliran saya giliran terakhir. Ternyata ada mentris mai yang belum kepilih yaudah saya pilih dia, kita ga ditampar tapi menjalankan pengganti tamparan, seperti push up 5 seri tanpa berhenti, 2 batre,dll. Pas gi liran saya, saya ditanya kapan wanaprasta lahir ? saya menjawab tapi jawaban yang ngawur, yaudah, saya dapet 5 batre (yang paling banyak dari teman lainnya), lumayan menghangatkan tubuh. Giliran agok yang belum dapet, mentor nyuruh kita kasih dia berapa seri, yaudah kita sepakat kasih agok 3 batre. Pas udah selesai ada mentor yang bilang tambahin banding 3 seri, pas banding itu agok keliatan kaya anak gorilla beneran anak-anak pun pada ketawa. General review kali ini adalah yang paling lama dari sebelumnya, mungkin karena hari terakhir. General review selesai, kita lapor dan instruksi selanjutnya balik ke bivaak dan tidur. Pas ngelewatin bivaak kelompok 2, ubun(uler bunder) teriak gatau kenapa, eh ternyata gara-gara kaget ada mentris dan mentor di dalem bivaaknya. Yaudah saya langsung menuju ke bivaak dan tidur. Hari keempat ini hari yang asyik selama SAWP.
Selasa, 30 Desember 2008
Hari masih gelap saat itu, tapi kita udah disuruh mentor madun bangun dan ganti pakaian selama 15 menit. Saya ga perlu ganti pakaian soalnya emang ga ganti baju semalem dan cuma dobel. Yaudah, saya dan teman-teman langsung ke bawah untuk baris dan lapor. Setengah dari kita yang baris pertama cuma tujuh orang, yang lainnya masih ganti baju. Yaudah, kita tujuh orang yang baris duluan, dan yang lainnya dihukum ga baris karena telat datang. Kita senam komando saat itu, dan diajarin lagu “bangun tidur pagi-pagi” sementara teman yang telat tadi masih baris menerima hukuman.
Udah selesai senam komando pun kita lapor dan instrukksi selanjutnya adalah masak tapi diantara kita semua sudah kehabisan stok paraffin, jadi kita lapor ke mentor madun bahwa paraffin telah habis dan untuk mendapatkan paraffin tersebut kita harus dapat resikonya yaitu push up 6 seri yang setiap serinya adalah 50 kali. Kita masak pun tujuh orang yang menerima hukuman masih menerima hukuman.. Waktu itu kelompok saya buat mie dan air panas sementara kelompok 2 buat nasi, dan berbagai lauk yang masih kita punya sementara tujuh orang yang lain juga masih menerima hukuman. Hukuman ketujuh orang tadi akhirnya selesai juga, mereka membantu kita untuk buat makanan. Makanan udah jadi, kita lapor untuk makan. Kita makan dengan nikmatnya hari itu soalnya nasinya bener-bener mateng dan cukup banyak juga mienya sehingga kita pun kenyang (alhamdulillah). Selesai makan kita melaksanakan adat seperti biasa dan lapor unuk menerima instruksi selanjutnya.
Instruksi selanjutnya adalah balik ke bivaak masing-masing dan packing, cuma itu instruksinya. Pas packing mau selesai saya dan agok berencana mau buang air di atas. Yaudah, saya berdua sama agok buang air di atas. Selesai buang air, akhirnya lega juga setelah 4 hari ga buang air. Abis packing selesai, kita nunggu cukup lama ga tau kenapa. Pertama kali kelompok satu yang dipanggil, saya dan teman yang lainnya juga ga tau mau diapain. Pas lagi nunggu, kita disuruh push up sambil cium tanah, tanah kita cium sampe lama banget ternyata mentor manto udah ga ada(dikerjain kita !). Ga lama, saya dan kelompok tiga dipanggil dan menghadap ke mentris mai. Kita baris dan lapor di pos 1, setelah lapor kita ngomongin sesuatu sama mentor mai, ga lama ngomongin sesuatu kita udah dipanggil sama mentor yang ada di pos 2, di pos 2 yang pertama saya liat ada mentor brekele, mentor madun, mentor bejat. Kita lari sampai menuju pos 2, di pos 2 saya disuruh berendam di air terjun kecil(bsa dibilang aliran air) yang lumayan dingin dan membuat kita jadi segar.
Di aliran air itu saya berendam dan push up, pas berendam yang saya lihat cuma mentor dari anak rastala dan juga denger teriakan mentor lain. Selama berendam, saya ditanya masalah WANAPRASTA yang akan datang, “lu janji bakal ngurus WP kalo udah jadi anggota nanti ?” itu salah satu pertanyaan yang saya inget pas mentor nanya. Pertanyaan tadi keluar, saya pun jawab “siap, janji mentor!”. Setelah lama berendam dan menyegarkan diri, saya dipanggil mentor bejat dan lapor ke mentor bejat.
Sempat terjadi teriakan antara saya dan mentor bejat, setelah lapor saya ditanya lagi masalah WP yang tadi. Saya jawab “siap, janji mentor !” untuk membuktikan janji tersebut saya disuruh mengemut ampas kopi dan tiarap yang diberikan mentor bejat. Ampas kopinya bikin saya ga bias ngomong, pas saya tiarap kerasa cape banget soalnya jalannya yang turunan dan tanjakan. Pas nyampe di hadapan mentor bejat, saya langsung disuruh buang ampas dan kumur-kumur di aliran air yang bersih dan menyegarkan itu, ga lupa juga sekalian minum biar ga kering tenggorokannya. Setelah buang ampas saya disuruh berendam lagi sama mentor bejat, ga lama saya disuruh bangun dan menuju ke atas, tapi pas udah nyampe di atas kita disuruh berjemur sebentar sama mentornya. Berjemurnya cuma sebentar, kita disuruh baris lagi dan disuruh buat lembah pake tanah, tapi akhirnya tanah itu disuruh dimasukkin ke dalam kantong celana kita. Mentor madun bilang “tanah ini sama seperti satu angkatan kalian, kalo dimasukkin ke kantong, tanah akan hancur tapi bisa dikembalikan seperti semula kalo kalian berusaha” nasihat mentor madun ini memberikan motivasi ke saya, bahwa kita bisa bersatu kalo mau berusaha.
Setelah itu kita jalan ke pos 3, di pos 3 udah ada mentor badung, mentor totok,mentris dewi, mentris cengki, dan 1 abg. Di pos 3 kita juga ditanyain seputar SAWP ini, bagaimana urutan perjalanan, dan apa tujuan kita untuk SAWP ini. Kita jelaskan bagaimana urutan perjalanannya, dan tujuan utama saya di SAWP ini hanya ingin menjadi anggota WANAPRASTA dan menjcari pengalaman baru. Sekitar 45 menit kita baris dengan tegaknya dan bau badan kita. Setelah selesai di pos 3, kita menuju pos 4 yang ada di tenda. Sebelum di pos 4 kita disuruh baris karena masih ada kelompok 1 yan masih ikuti mater mentor hilal dan katakan apa kemauan kita, agok jawab mau mendapatkan instruksi selanjutnya, nyek nyok ingin dapat materi baru, saya ingin minum karena haus, koi ingin istirahat. Saya pun ditawarkan air kencing sama mentor madun, ya saya mau aja karena udah haus banget, tapi pas disuruh merem dan minum air itu saya cuma merasakan air putih biasa karena gad a bau pesing dari air tadi, yaudah saya bagi sama kelompok saya, si koi pun istirahat di tempat.
Di pos 4 ada ada mentor hilal, mentor gepeng, pak yakin, dan mentris mai. Di pos 4 kita ditanya apa udah seger apa belum pas direndem tadi, saya pun jawab udah ga seger karena udah panas lagi ini badan. Yaudah kita disuruh ngerendem lagi di aliran kecil sebentar. Kita disuruh memperhatikan mentor hilal secara tengkurap dan santai tapi agok ga seperti kita yang lagi tiduran, dia memperhatikan mentor secara berdiri karena kalo tiduran dia malah tidur.
Seperti biasa kita ditanya apa tujuan kita mengikuti SAWP ini, ya saya jawab untuk mendapatkan pengalaman baru dan untuk menjadi anggota penuh WANAPRASTA. Setelah beberapa menit kita selesai materi dan lapor unutk menerima instruksi selanjutnya. Instruksi selanjutnya ikuti mentor madun, tapi pas jalan ikutin mentor madun saya tertawa aja ngeliat kelompok 2 luluran alami. Kita jalan terus ke atas dan baris sebentar, kita disuruh merem dan makan pisang yang rasanya sepet banget, ga lama kita menuju mushola yang ada di dekat situ, kita disuruh membersihkan badan dan pakaian. Kita bersih-bersih cukup lama, setelah bersih kita balik ke bivaak dan packing bivaak, packing bivaak selesai saya baris ikutin kelompok 1 yang udah baris.
Kelompok 3 ditanyaain apa kesan kita selama SAWP, jawab pake 2 kata aja, waktu itu saya jawab enak banget dan yang lucu si ubun yang baru masuk jawab mentornya galak. Kita pun bermain lawan kata sebentar sama mentor bejat dan mentor madun. Selesai bermain, kitamenuju mushola tapi di mushola juga kita ga lama. Kita langsung jalan menuruni nukit, di tengah perjalanan saya jalan sambil menahan perih lecetnya kaki. Di tengah perjalanan juga saya dan teman lain pasti ngeliat tronton dan pasti itu pertanda baik untuk kita semua. Kita berhenti sebentar ngeliat pemandangan dan gunung salak. Setelah itu kita lapor pake bahasa inggris “report, name anget(areng banget) group three generation sentul, ready to get next instruction !” ya, itulah laporan pake bahasa inggrisnya. Ga lama kita dikasih tau sama mentor madun kalo perjalanan masih sampai tanggal 1 januari ke daerah citereup soalnya masih ada materi yang belum dilaksanakan lagipula tadi mentor totok juga udah nelpon ke sekolah.
Wah, wajah kita yang udah seneng ngeliat tronton datang jadi membleh lagi. Yaudah, kita jalanin aja perintah tersebut, ga lama tronton datang dan kitapun naik ke tronton. Di dalem tronton, saya sempet tidur sebentar tapi pas bangun ngeliat papan petunjuk ko udah ngelewatin sentul, ini pun jadi pertanda baik untuk kita semua. Yaudah, saya lanjutin aja tidurnya sampe di pondok aren, di daerah pondok aren kita semua nyanyi-nyanyi sampe di SMAN 90 JAKARTA. Di sekolah, kita langsung turun dari tronton dan baris bawa carielnya. Kita sempet muter-muter nyari tempat unutk baris dan akhirnya tempat kita baris adalah di ruang ganti cewek. Kita di sana milih mentor paling baik, kebanyakan pada milih mentor manto tapi saya milih mentor madun soalnya dia tegas kalo ngajarin kita. Di sana kita disuruh naruh cariel dan duduk soalnya ada mbak yuli(angkatan ketiga wanaprasta) dan heri kuswadi(pendiri wanaprasta sekaligus angkatan pertama) kita di sini cukup lama dan merenungkan kegiatan kita selama di gunung hari-hari lalu, banyak dari kami yang meneteskan air mata karena kita mungkin ingat orang tua saat SAWP lalu dan begitu susahnya mengurus kita. Kita semua pun harus bersyukur masih mempunyai orang tua dan masih mau mengurus kita, apapun orang tua yang lakukan kita harus berterima kasih kepada orang tua. Kita sempet maaf-maafan sama temen seangkatan kita. Setelah itu, kita sholah maghrib sebentar dan balik lagi ke ruangan. Di ruangan kita sempet dengerin pengalaman pak heri, lumayan lama lah dengerin pengalamannya. Setelah itu, kita disuruh pake cariel dan baris untuk melaksanakan upacara penutupan, seperti biasa sebelum upacara kita latihan dulu. Latihan udah selesai kita melaksanakan upacara dengan serius. Saat upacara pun ada beberapa guru yang dilantik menjadi anggota kehormatan tapi saya lupa siapa aja yang dilantik. Upacara selesai, kita salaman dengan senior dan disiram dengan air bunga. Ini hari yang paling menyenangkan.
Alhamdulillah kegiatan SAWP telah selesai namunmasih ada perjalanan untuk menjadi anggota penuh WANAPRASTA, salah satunya adalah membuat Laporan Pertanggungjawaban ini. Di LPJ ini semua kenangan saat SAWP telah diketik agar bisa dikenang. Pengalaman baru pun saya dapatkan yaitu naik gunung dan mengikuti SAWP. Kenangan baik, buruk, pahit dan manis pun selalu menyertai kita saat perjalanan. Telah selesai LPJ ini saya buat, kiranya telah memenuhi criteria unutk menjadi anggota penuh WANAPRASTA. Terima kasih untuk semua orang yang turut membantu dalam pembuatan LPJ ini, saya sebagai penulis tidak dapat menyebutkannya satu persatu. Mohon maaf apabila ada kekurangan atau kelebihan dalam LPJ ini.
Assalamualaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.